Selasa, 11 September 2012

qs albayyinah 5 dan al an'am 162-163


QS AL BAYYINAH : 5

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
[1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

KOSA KATA
LAFADZ
ARTI
LAFADZ
ARTI
مَا
tidaklah
حُنَفَاءَ
Dengan kecondongan yang lurus
أُمِرُوا
Mereka diperintahkan
وَيُقِيمُوا
Dan supaya mereka mendirikan
لِيَعْبُدُوا
Supaya mereka menyembah
وَيُؤْتُوا
Dan menunaikan
مُخْلِصِينَ
Dengan memurnikan
دِينُ الْقَيِّمَةِ
Agama yang lurus
PENJELASAN SURAT AL BAYYINAH : 5
Surat Al Bayyinah yang mengandung firman Allah dimuka telah turun dalam rangka mengkritisi aqidah yang sesat dan menyimpang terhadap agama yang lurus dikalangan kaum ahli kitab dan kaum musyrik. Mula-mula mereka saling berdebat seputar bakal datangnya seorang nabi akhir zaman ang namanya maupun identitasnya tercantum dalam kitab suci mereka. Edbata itu kadangkala terjadi antara kaum musyrik dengan kaum Yahudi, dankadangkala terjadi antara kaum musyrik dangan kaum nasrani. “ Apabila Nabi akhir zaman yang dijanjikan dalam kitab suci merekaitu benar-benar datang, maka mereka aka siap membelanya, mendukungnya dan mengikuti ajarannya “. Egitulah antara lain yang sealu dikatakan oleh kaum Yahudi maupun kaum Nasrani ketika erdebat dengan kaum musyrik. Akan tetapi setelah Nabi Muhammad SAW benar-benar diutus oleh Allah sebagai nabi akhir zaman dan pemungkas para Rasul, ternyata kaum musyiklah yang selalu berada digaris depan untuk menentang beliau, mengajak seluruh masyarakat makkah untuk berkomplot dalam menghalang-halangi dakwah beliau. Sementara kaum Yahudi dan kaum Nasrani, sebagian besar tidak segan-segan meninggalkan ajaran agamanya yang masih murni untuk berkomplot dengan kaum musyrik, haya karena takut dimusuhi dan diteror oleh mereka.
Itulah sebabnya, amak dalam ayat : 5 dimuka telah ditegaskan bahwa kaum ahli kitab dan kaum musyrik itu dalam kitab sucinya hanyalah dibebani beberapa perintah yang sesungguhnya dapat memperbaiki keberagamaan dan kinerja hidup meeka, serta dapat medatangkan kebahagiaan hidup bagi mereka di dunia dan akherat, yaitu :
  1. memurnikan ibadah kepada Allah, baik secara terbuka maupun secara rahasia
  2. membersihkan semua amal ibadah dari bebagai bentuk perilaku syirik
  3. mengikuti agama nabi Ibahim AS yakni sebuah agama yang mengajarkan tauhid dan kemurnian ibadah dengan menolak segala jenis penyembahan kapada selain Allah
khusus untuk Nabi Muhammad beserta umatnya, selain dibebani keiga perintah tersebut di atas ditabah lagi dengan dua perintah :
  1. mendirikan shalat dalam arti menjalankannya dengan menghadirkan hati untuk horma kepada dzat yang disembah, agar terbiasa selalu tunduk kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupan
  2. menunaikan zakat dala arti memberikan sebagian kekayaan kepada orang-orang yang berhak sebagaimana ditentukan dalam nash Al Qur’an.
Kemudian pada bagian akhir ayat 5 dalam surat Al Bayyinah telah ditegaskan bahwa dengan menjalankan kelima perintah tersebut di atas, maka demikian yang disebut “ Beragama secara murni, lurus dan benar “.




قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
 لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
KOSA KATA
Lafadz
Arti
قُلْ
katakan
نُسُكِي
ibadahku
مَحْيَايَ
hidupku
مَمَاتِي
matiku
لا شَرِيكَ
Tiada sekutu
أُمِرْتُ
Aku diperintahkan; diperintahkan kepadaku
أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Orang yang pertama kali menyerahkan diri
Penjelasan Surat Al An’am : 162-163
Kedua ayat dimuka termasuk dalam 5 ayat penutup Surat Al An’am, yaitu ayat 161 – 165. Ayat 161 bermuatan perintah kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau mengemukakan pernyataan lagi secara tegas kepada kaum musyrik, bahwa yang dianut oleh Nabi Ibrahim AS bukanlah agama sepeti yang mereka anut, dan bukan pula seperti kepercayaan kaum ahli kitab yang menyimpang, melainkan agama ang benar dan pandangan hidup yang lurus.
Beliau diperintahkan pula dalam ayat : 162-163 ( yang kita bahas sekarang ini ) supaya mengemukakan satu pernyataan lagi secara tegas bahwa :
1.      beliau berpegag teguh dan berpedoman kepada agama Nabi brahim AS dengan sekaligus medakwahkanya secara lisan maupun dalam bentuk amal yang nyata
2.      beliau adalah orang yang pertama yang mengikuti agama Nabi Ibrahim dengan tulus dan benar
3.      beliaulah yang memulihkan kemurnian agama Nabi Ibrahim AS setelah diselewengkan oleh orang-orang yag tidak bertanggung jawab
ayat 162 menyebutka beberapa hal terpenting yang harus dipersembahkan semata-mata kepada Allah SWT bukan kepada yag lain yaitu :
  1. Shalat : meliputi shalat fardlu, shalat sunnah
  2. Ibadah : dalam ayat ersebut memang tertuju pada ibadah hai dan umrah namun tidak salah ika dimaknai dengan ibadah dalam arti yang luas
  3. Hidup : artinya hidup ini difokuskan untuk semata-mata mengikuti ajaran Allah demi mendapatkan keridlaan-Nya
  4. Mati : artinya nyawa pun harus dikorbankan untuk membela dan menjunjung tinggi ajaran Allah, sehingga kembali kepangkuan Allah dengan ridla dan di ridlai
Betapa ayat tersebut mencakup segala amal saleh yang merupakan kinerja hidup orang mukmin di dunia dan investasi hidupnya kelak di akherat. Karena itu jenis amal saleh apapun tentunya harus dilandasi dengan ikhlas untuk semata-mata mengabdi kepada Allah. Inilah yang lazim disebut “ Kemurnian Ibadah “. Bagi orang mukmn sepatutna memposisikan diri untuk senantiasa mempersembahkan hidup dan matinya untuk Alah semata-mata, sehingga dalam setiap perbuatannya ia lebih mengutamakan nilai-nilai kewajiban dan kesalehan. Ia tidak pantas memiliki kecenderungan-kecenderungan duniawi, lau ingin dipuji dan takut dicela orang dalam beramal dan beribadah.
Sedangkan ayat 163 pada bagian petama berisi penolakan terhadap segala bentuk perilaku syirik, baik syirik secara terang-terangan maupun syirik secara terselubung. Syirik secara terang-terangan berarti mash bertuhan ganda, seperti mempercayai adanya kekuatan pada suatu jenis benda untuk bisa menolong atau menyelamatkan. Sementara syirik yang terselubung berarti masih bermotif ganda dalam beribadah dan beramal, sehingga berebutan melakukan amal dan beribadah tetapi untuk tujuan mencari pujian dan dukungan. Selanjunya bagian akhir ayat 163 berisi perintah agar orang mkmin benar-benar menjadi muslim yang memahi segala peritah Allah dan menjauhi segenap larangan-Nya.

1 komentar: