#menubar{ width:900px; height:32px; background:#de360f; margin: 0 auto; } #menubar ul{ float:left; margin:0; padding:0; } #menubar li{ float:left; list-style:none; margin:0; padding:0; } #menubar li a, #menubar li a:link{ border-right:1px solid #F0512D; float:left; padding:8px 12px; color:#fff; text-decoration:none; font-size:13px; font-weight:bold; } #menubar li a:hover, #menubar li a:active, #menubar .current_page_item a { color:#ffa500; text-decoration:underline; } #menubar li li a, #menubar li li a:link, #menubar li li a:visited{ font-size: 12px; background: #de360f; color: #fff; text-decoration:none; width: 150px; padding: 0px 10px; line-height:30px; } #menubar li li a:hover, #menubar li li a:active { background: #F0512D; color: #ffa500; } #menubar li ul{ z-index:9999; position:absolute; left:-999em; height:auto; width:170px; margin-top:32px; border:1px solid ##F0512D; } #menubar li:hover ul, #menubar li li:hover ul, #menubar li li li:hover ul, #menubar li.sfhover ul, #menubar li li.sfhover ul, #menubar li li li.sfhover ul{ left:auto } #menubar li:hover, #menubar li.sfhover{ position:static
SELAMAT DATANG DIBLOG SMAN 1 KELUA WADAH BALAJAR DAN SILATURRAHMI

Jumat, 31 Agustus 2012

kandungan qs lukman : 14-15


URAT LUQMAN AYAT 12, 13, 14, 15 DAN SURAT ANNISA AYAT 36
Apa sih,,, makna yang terkandung dalam Al-Qur’an Surat Luqman ayat12, 13, 14, 15, dan Surat Annisa ayat 36???
Mari kita ungkap bersama!!!
A. SURAT LUKMAN AYAT 12 SAMPAI DENGAN AYAT 15

2.TERJEMAHAN AYAT :
            “dan sesungguhnya telah kami berikan hikmat kepada lukman, yaitu: Bersukurlah kepada Alloh. Dan barang siapa yang bersukur  [kepada Alloh], maka sesungguhnya ia bersukur untuk dirinya sendiri ; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.Q.S.Luqman 12
“ Dan [ingatlah] ketika luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya; Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Alloh, sesungguhnya  mempersekutukan Alloh adalah benar-benar kezaliman yang besar” .Q.S.Luqman 12
Lebih lanjut Q.S.Luqman 14 dan 15 adalah sebagai berikut:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] Kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah  yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bertsyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapak mu, hanya kepada-kulah kembalimu”.
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan denan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepadaku-ah kembali mu, maka kuberitakan padamu apa yang telah engkau kerjakan”. Q.S.Luqman 14-15
3. kandungan ayat;
            Ayat di atas menjeleskan tentang Luqman, seorang hamba Alloh yang saleh, sehingga namanya di abadikan sebagai nama salah satu surat Al-Quran. Dari rangkayan ayat di atas dapat kita ungkap kandunganya sebagai berikut;
a. bersyukur kepada Alloh
            lukman dianugrahi Alloh dengan nikmat yang besar berupa ilmu pengetahuan, yaitu hikmat. Salah satu ajaran Lukman adalah bersyukur kepada Alloh. Syukur kepada Alloh adalah menerima dan mensyukuri nikmat yang telah d berikan Alloh. Mensyukuri nikmat Alloh pertama dengan ucapan, yaitu membaca hamdalah, yang kedua dengn cara menggunakan nikmat itu sesuai dengan fungsinya, misalnya nikmat di beri pendengaran dengan menggunakan pendengaran itu untuk mendengarkan hal-hal yang baik, diberi nikmat akal menggunakan akal sesuai dengan fungsinya, yaitu belajar dan menuntut ilmu. Jika nikmat itu disyukuri, maka nikmat Allah akan bertambah, yaitu didapatinya keuntungan dan tambahan nikmat, misalnya diberi nikmat akal yang disyukuri dengan belajar, maka kita akan ditambah nikmat dengan memperoleh ilmu pengetahuan. Inilah yang yang dimaksud dengan kalimat yang diatas, yaitu “siapa yang bersyukur sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri”.
            Selanjtunya apabila orang tidak brsyukur terhadap nikmat Allah, maka Allah tetap Maha Kaya dan terpuji, artinya Allah tidak akan rugi, malah manusia itu yang rugi, bahkan lebih dari itu, ia akan memperoleh siksa yang pedih, sebab nikmat yang tidak disyukuri akan menyiksa dirinya, misalnya seseorang yang tidak menggunakan nikmat Allah telinga, ia pakai untuk mendengarkan yang maksiat, maka yang ia peroleh hanya siksa Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
            “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim,: 7)
b. Kewajiban Orang Tua Mendidik Anak, Terutama Didikan Aqidah
            dalam ayat kedua Allah menjelaskan ketika Lukman mengajar anaknya dengan ajaran tentang Tauhid atau keesaan Allah. Ayat ini memberikan bimbingan bagi kita bahwa kewajiban prang tua yang paling utama adalah mengajarkan agama, tertama menanmkan keimanan kepada anaknya.
            Mendidikan aqidah kepada anak-anak sebaiknya dilakukan orang tua dengan sungguh-sungguh, karena syirik (menyukutukan Allah)  merupakan dosa yang tidak terampuni dan kezaliman yang yata. Karena itu mendidik anak agar meghindarkan bahanya syirik merupakan kewajiban orang tua yang pertama dan paling utama dalam keluarga.
c. wajib berbuat  baik kepada ibu bapak, sebagai ungkapan terimakasih anak kepada orang tua disamping kepada Allah.
            Dalam ayat ketiga Allah memerintahkan agar manusia berbuat baik kepada orang tuanya, karenabetapa besar pengorbanan keduanya sejak ibunya mengandung, merawat, mengasuh, dan mendidiknya. Allah menggambarkan dalam ayat diatas betapa berat pengorbanan seorang ibu yag mengandung anaknya karena itu anak yang tidak berterimaksih kepada ibunya dipendang sebagai dosa besar. Demikian pula kepada bapaknya, karena bapaknya yang mengusahakan dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan istri dan anaknya. Karena itu berbuat baik kepada ibu bapak merupakan kewajiban utama dari anak-anak.
            Berbuat baik kepada orang tua merupakan terimakasih kepada mereka sekaligus bersyukur kepada Allah yang memberikan segala kenikmatan itu dan satu-satunya tempat kembali setiap makhluk.
d. anak tidak perlu mentaati perintah orang tua kepada hal yang tdak benar atau mempersekutukan Allah.
            Dalam hal berbuat baik kepada orang tua terdapat pula batasan tertentu, yaitu taat kepada orang tua terbatas pada perintah yang tidak bertentangan dengan perintah Allah. Jika orang tua menyuruh untuk berbuat dosa apalagi syirik kepada Allah, maka sikap anak yang terbaik adalah tidak mentaati perintah mereka, karena perintah Allah merupakan ukuran tertinggi. Mentaati perintah orang tua harus dengan diukur dengan perintah Allah, kalau bertentangan denganperintah Allah , maka tidak berdosa bagi anak untuk mengingkari perintah orang tuanya.
e. anak harus tetap menghormati, menyayangi dan bergaul dengan ibu bapaknya dengan baik kendatipun beda agama.
            Jika terjadi pertentangan antara perintah orang tua dengan  perintah Allah dan anak tidak taat pada perintah orang tua, maka anak tetap wajib menghormati dan menyayangi orang tuanya sera mempergaulinya dengan baik selama mereka hidup. Perbedaan pendapat atau bahkan mungkin perbedaan agama dengan orang tua tidak boleh menghalangi anak untuk tetap memelihara silaturahmi dengan orang tuanya secara baik sebagai hubungan kemanusiaan sepanjang usia mereka. Allah maha adil dan maha mengetahui tentang segala sesuatu yang dilakukan yang tentu saja apabila terjadi kejadian seperti diatas, Allah maha tahu terhadap sikap anak terhadap orang tuanya.
B. SURAT ANNISA AYAT 36
2. Terjemahan :
“semabahlah Allahdan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, dan tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggkan diri”. QS. Annisa, 36
3. kandungan ayat :
            Dalam ayat di atas Alloh menjelaskan kembal bahwa yang harus di sembah oleh manusia hanyalah Alloh, tidak boleh disekutukan dengan yang lain. Jadi iman kepada Allah dan berserah diri kepadanyaadalah kewajiban yang mutlak bagi manusia.
            Setslah iman kepada allah, selanjutnya dibuktikan dengan perbuatan baik kepada ibu bapak sebagai ungkapan syukur dan membalas pengorbanan mereka, kemudian di lanjutkan dengan berbuat baik kepada tetangga yang dekat maupun yang jauh, teman sejawat, menyantuni ibnu sabil dan hamba sahaya, sebagai bukti keberpihakan kepada kaum yang lemah (dhau’afa).
            Berbaik dan berpihak kepada yang lemah merupakan cermin ketundukan kepada Allah swt.dan pengakuan terhadap kelemahan diri di hadapan Allah, karena itu perbuatan baik seperti di ungkapan di  atas merupakan bukti  orang yang berpirman. Sementara itu orang yang tidak berbuat baik, dan tidak berpihak kepada yang lemah termasuk kata gori orang yang sombong dan membanggakan diri. Sombong dan membanggakan diri adalah sifat manusia yang paling tiak di sukai Allah, karena kesombongan dan keuangkuhan adalah hak Allah semata-mata.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar